Tidak perlu pikir panjang, langsung saja aku ambil kesempatan itu untuk segera memperbaiki hidupku. Memperbaiki namaku yang sudah kelewat buruk di hadapan banyak orang. Memperbaikinya paling tidak untuk mengisi perutku yang beberapa hari kemarin pasti kosong karena tidak ada sepeserpun uang untuk membeli nasi bungkus, tidak ada sepeserpun uang untuk kembali mengisi paruku yang lama tidak sesak dengan asap rokok.
Bekerja dalam satu perusahaan swasta yang didirikan teman lamaku, yang bergerak dalam bidang IT membuatku cukup mendapatkan banyak tantangan kerja. Membawaku ke dalam banyak pengalaman baru dalam dunia baru juga terutama dalam desain dan IT. Meskipun masih terasa kurang tapi paling tidak itu bisa membuatku kembali bersemangat untuk menggali lebih banyak ilmu dan uang mestinya. Gaji satu bulan habis untuk bayar kos 3bulan yang sempat nunggak 2minggu...terpaksa harus kasih bonus juga ke ibu kos karena temanku dari Malaysia datang untuk tinggal sementara. Namun dari sekian banyak permasalahan tidak lagi membuatku takut untuk jatuh, tidak lagi membuatku jera untuk mencoba, dan tidak lagi membuatku mundur untuk menantang ksempatan kedua tersebut.
Meski saja sempat dihantui masa lalu yang masih saja sering datang tanpa diundang, masa bodoh harus menjadi kata terdepan dalam situasi seperti ini. Cewe yang tidak pernah mengerti apa maksud dan keinginanku, ketika aku mulai serius menjalani sebuah hubungan dengan seenaknya sendiri pergi begitu saja. Tapi di sisi lain ini memberiku tantangan baru untuk membuktikan bahwa aku masih bertahan tanpa dirinya, masih bisa enjoy dengan hidupku sendiri. Masih bisa menikmati alkohol dan beberapa linting ganja.
Tidak ada lagi rumah yang nyaman untukku...memang tidak ada. Yang ada hanya tempat kos sewaan ukuran 3x3m dengan pembayaran 3bulan sekali. Kadang juga harus numpang ke rumah bos, tidur dengan selembar kasur busa di ruang kerja. Menikmati hidup dengan apa adanya, mengalir seperti air. Tapi bukan berarti terus ikut dalam arus, karena dari kecil aku tidak pernah dididik untuk hanya bisa ikut dalam arus. Harus bisa berdiri sendiri dan bertahan sendiri. Kemungkinan sekarang adalah hanya bertahan dan menikmati semua ini. Menikmati apa yang telah aku dapatkan dan aku jalani sekarang ini.
Kesempatan kedua bukan yang aku tunggu, tapi apa yang aku cari...dan aku tantang untuk membuktikan siapa yang paling akhir bertahan. Ini seperti pertempuran dalam medan perang nyata. Memang nyata karena ini hidup yang nyata.
Pertempuran melawan rasa rindu kepada keluarga di rumah, kepada ibuku, kepada bapak tiriku, dan kepada kakak dan adik-adikku. Rindu terhadap kampung halaman Utara jawa yang meninggalkan banyak memori sedari kecil hingga berujung drop out dari bangku sltp. Rindu terhadap bapak kandungku yang masih sulit untuk diterima tapi harus dan musti dipaksakan harus diterima.Dan itu semua nyata.
Dan juga pertempuran melawan rasa iri yang terkadang muncul melihat kawan-kawanku masih bisa menikmati bangku kuliah dan mendapat pasokan uang jajan tiap bulannya. Masih bisa menikmati hidup tanpa kekurangan yang membuat mereka tidak pernah merasa lapar satu menit saja. Rasa iri melihat mereka mampu berjalan keluar dan menikmati hidup masa muda mereka dengan berjalan di mall, tempat keramaian, scene-scene musik, organisasi dan komunitas-komunitas yang mereka bentuk.
Tapi memang inilah pertempuranku sendiri, pertempuranku melawan kesempatan keduaku...pertempuran hidup...
...THIS IS MY SECOND CHANCE...AND I CAN'T FIGHT MY DESTINY...BUT I CAN CHANGE MY DESTINY... ...EVERY STRUGGLE AND SACRIFICE...JUST TO MAKE A PROVE...WHO IS THE STRONGER...AND WHO IS THE LOSER... ...NO MATTER HOW HARD TO TRY...NO MATTER HOW DEEP I'M FALLIN...I WILL ALWAYS SURVIVE AND NEVER GIVE UP... ...BECAUSE I AM GYONG...I AM RASCAL...RASCAL is NOTHING...AND I AM NOTHING... ...BUT I CAN MAKE THE WORLD STOP TO SPINNING... ...I WILL MAKE IT REAL.... FREEDOM...

1 komentar:
walah.....dowone tulisane....males je mocone...sing singkat2 wae....
(kekekek...sing penting comment)
Posting Komentar